Senin, 29 Desember 2014

ALAT DAN SUMBER BELAJAR IPS

Alat dan Sumber belajar IPS

Penyediaan alat dan sumber belajar yang cukup dapat menunjang pelaksanaan program pengajaran IPS bagi peserta didik. Akan tetapi banyaknya materi itu tidak menjamin suatu pengajaran yang baik. Ini hanya dapat dicapai jika sumber pembelajaran itu dapat digunakan dengan terampil oleh guru yang inspiratif dan kreatif.
Alat dan sumber belajar IPS dapat kita kelompokkan atas dua bagian :
1. Materi bacaan (reading materials) : buku teks, ensiklopedia, referensi jurnal (majalah, pamflet, kliping guntingan surat kabar), brosur perjalanan, majalah sekolah,dan barang cetakan lainnya.
2. Materi bukan bacaan (nonreading materials): gambar-gambar, film, rekaman-rekaman (recording), peta-peta, globe, dan sumber-sumber yang berasal dari masyarakat.

1. Materi Bacaan
a. Buku teks (textbook)
Penggunaan buku teks yang benar merupakan suatu bantuan yang bermanfaat bagi pembelajaran. Buku-buku teks IPS untuk SD seyogyanya menarik untuk dilihat apabila dibaca. Penggunaan peta-peta dan materi-materi visual lain seperti gambar-gambar, grafik, bagan akan membuat peserta didik tertarik. Pada taraf yang paling ideal adalah jika setiap lembar buku-buku itu memuat ilustrasi dan sebagian besar berwarna. Tentu saja ini sangat mahal. Dalam memilih buku-buku teks perlu sekali memperlihatkan hal-hal sebagai berikut :
1) Kepengarangan (authorship) – terjadi ketepatan ilmiahnya dan kesesuaian penggunaannya untuk peserta didik SD dalam arti minat dan daya tariknya, tingkat keterbatasan untuk setiap kelas atau dasar kurikulum
2) Penggarapan isi mendapat perhatian yang cukup besar mengenai kedalaman konsep-konsep yang penting, bukan hanya deskripsi fakta yang sangat banyak-banyak saja atau berupa buku cerita
3) Formal dan penampilan umum - terjamin sebagai buku yang menarik untuk dibaca, ukuran buku yang pantas, jilidan(dinding) yang berkualitas baik, ukuran huruf yang cukup
4) Organisasi – terjamin keharmonisan antara program kurikuler dengan program instruksional yang dilaksanakan dalam praktek
5) Materi visual – terjamin keragaman, ilustrasi dalam jumlah yang cukup dan ukuran yang pantas
6) Alat bantu (peraga) pengajaran – terjamin sebagai integral dengan buku-buku teks sendiri, dan alat peraga sebagai media pengajaran harus benar-benar membantu guru

b. Ensiklopedia
Idealnya di perpustakaan SD tersedia satu perangkat ensiklopedia (bahasa Indonesia atau inggris). Kegunaan ensiklopedia ialah memudahkan untuk segera mendapatkan informasi mengenai fakta dari berbagai topik yang diperlukan oleh guru untuk persiapan mengajar atau peserta didik sendiri. Apabila ensiklopedia itu memuat ilustrasi yang menarik terkadang berwarna sehingga akan menarik perhatian dan minat belajar peserta didik.

c. Buku referensi lain
Selain buku teks dan ensiklopedia,diperlukan pula sejumlah banyak buku bacaan tambahan. Buku-buku ini dapat saja berupa buku teks lain,tetapi dapat juga buku-buku dengan topik khusus. Karya semacam dapat kita bagi atas :
1) Tulisan informatif yang memberikan informasi khusus tentang topik IPS yang dipelajari,misalnya tentang kehidupan sosial budaya suku-suku bangsa di Indonesia atau di tempat-tempat lain, alat-alat transportasi dan komunikasi, bentuk rumah, negara-negara lain.
2) Biografi dari tokoh terkemuka Indonesia dan dunia
3) Sejarah lokal, nasional, dan umum
4) Puisi atau karya sastra lainnya
Kesastraan dan materi sastra harus mendapatkan perhatian yang penting dalam pengajaran IPS di SD karena dapat memberikan aspek afektif (membentuk sikap dan nilai) pengalaman hidup manusia. Realisme yang dicapai karena gambaran yang hidup dari karya sastra dapat menghidupkan imajinasi peserta didik dan ini dapat mengembangkan perasaan dan identifikasi diri dengan topik yang sedang dipelajari. Sastra misalnya mempunyai hubungan yang erat dengan sejarah keduanya dapat saling menunjang untuk mengembangkan aspek afektif dan pengetahuan dari peserta didik.

d. Materi-materi gratis dan murah dalam bentuk poster kartu bergambar, map bergambar, bulletin, buku saku, brosur, atau lembaran objek pariwisata, yang banyak terdapat pada biro perjalanan atau agen penerbangan dan hotel-hotel dapat dipakai sebagai alat dan sumber pembelajaran IPS di SD.

2. Materi bukan bacaan
Materi bukan bacaan penting sekali dalam IPS. Ini membuka kesempatan belajar bagi peserta didik yang secara individual lamban dalam keterampilan membacanya. Program IPS yang seluruhnya bergantung pada materi bacaan akan menyulitkan peserta didik yang lamban kemampuan membaca atau sulit berbicara. Tetapi tentu saja penggunaan materi-materi bukan bacaan ini tidak hanya terbatas untuk peserta didik yang belum dapat membaca saja. Banyak sekali materi ini memberikan informasi yang sulit sekali diperoleh melalui bacaan. Film tentang suku Dani atau Asmat di Irian Jaya,atau kehidupan orang laut di Riau kepulauan, misalnya adalah pengalaman-pengalaman yang tidak dapat disalin kembali dengan berbagai cara dalam ruangan kelas.
Materi bukan bacaan adalah alat bantu yang dimaksudkan untuk memberi arti dan memperkaya pembelajaran semua peserta didik,baik yang mampu membaca,maupun yang sulit membaca. Peta, bagan, graft adalah alat-alat yang sanggup memberikan informasi yang sulit untuk dijelaskan dalam materi cetak bacaan. Pengadaan karya wisata adalah suatu cara untuk memberikan kesempatan pengalaman langsung kepada peserta didik mengenai beberapa aspek masalah yang sedang dipelajari. Penggunaan film, film strip, dan gambar-gambar memberikan kenyataan (realisme) dan kelengkapan kepada peserta didik akan suatu latar belakang yang sama.
Cara beberapa materi bukan bacaan dalam pembelajaran IPS :
a. Gambar, foto, ilustrasi.
Digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata, menjelaskan ide, dan menunjukkan objek benda yang sebenarnya. Semuanya memberikan arti kepada pembelajaran sebab kata-kata saja tidak dapat memberikan arti dengan tepat,hidup atau cepat seperti yang dilakukan oleh gambar-gambar.
b. Film
memberikan sumbangan yang besar bagi pembelajaran IPS. Film memberikan kepada peserta didik pengalaman belajar dan dapat membantu menampilkan waktu berabad-abad (film sejarah atau peristiwa bersejarah) dan tempat yang berjarak ribuan kilometer dimana peserta didik dapat melihat tempat, orang, peristiwa yang tidak mungkin dilihatnya dengan cara lain.
c. Film strip
adalah rangkaian film statis (tidak bergerak),tidak seperti film gerak yang kita kenal. Film strip lebih mudah daripada film biasa,juga lebih mudah digunakan dalam pengajaran IPS. Film strip ini umumnya sudah dalam urutan yang teratur,misalnya dalam menggambarkan sejarah,pertumbuhan serta perkembangan suatu pemukiman; proses sebuah produksi dari penanaman sayur-sayuran, pemeliharaan, panen, pengangkutan ke pasar-pasar (distribusi), dibeli sampai dihidangkan di meja makan (konsumsi). Isi dari setiap fim strip itu dapat didiskusikan tanpa tergesa-gesa sambil dipertunjukan dalam kelas dan setiap waktu dapat diundurkan dan diajukan untuk memperlihatkan gambar yang dikehendaki.
d. Slide dari fotografi juga sudah mulai digunakan dalam IPS. Umumnya berwarna dan tidak perlu selalu dalam suatu urutan yang tetap. Dibandingkan dengan film strip, slide lebih mahal harganya dan agak sulit pemeliharaannya. Oleh karena itu, guru lebih baik menggunakan film strip (jika ada).
e. Televisi di Indonesia sudah digunakan untuk pendidikan. Tinggal memilih acara yang relevan dengan IPS. Seperti halnya dengan film, televisi kombinasi visual dan audio.
f. Materi audio seperti radio dan recording menjadi alat dan sumber pembelajaran IPS. Pidato-pidato asli para pemimpin Negara dan tokoh masyarakat ada yang direkam dan ini dapat menjadi sumber belajar
g. Papan bulletin / majalah dinding dapat pula digunakan sebagai sumber belajar karena di papan atau dinding khusus yang tersedia di sekolah,dapat ditempatkan suatu unit display gambar peta-peta buatan para peserta didik sendiri, bagan-bagan dan sebagainya.
h. Sumber masyarakat
Masyarakat disekitar tempat tinggal siswa merupakan sumber pembelajaran IPS. Dalam masyarakat peserta didik dapat melihat langsung proses sosial yang sedang berlangsung. Dalam masyarakat setempat kepada peserta didik diperkenalkan konsep geografi setempat, masalah kehidupan kelompok (sosiologi), proses dan mekanisme pemerintahan (ilmu politik), dan lokasi warisan sejarah yang ada (sejarah). Dari masyarakat itu, peserta didik dapat melihat bahwa orang-orang yang berbeda latar belakang suku, ras,agama atau golongan dapat hidup secara harmonis sebagai bangsa Indonesia. Dengan demikian, masyarakat dapat member sumbangan yang penting dalam program pembelajaran IPS.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guru untuk menggunakan sumber masyarakat setempat bagi program pengajaran IPS :
a. Mengundang anggota atau tokoh masyarakat tertentu setempat ke dalam kelas untuk berbicara dengan peserta didik mengenai suatu topik yang berhubungan dengan profesinya (pekerjaannya). Tentu saja guru lebih mengkomunikasikan dengan pembicara tentang tujuan undangan itu sehingga dapat berbicara santai dan menyesuaikan diri dalam menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh peserta didik di SD. Umumnya narasumber yang bersangkutan berbicara tentang pengalaman hidup mereka sehari-hari atau di masa lalu.
b. Mengunjungi langsung anggota-anggota atau tokoh masyarakat di tempat mereka tinggal atau bekerja. Untuk itu para peserta didik perlu diberi penjelasan terlebih dahulu tentang tujuan kunjungan itu dan mereka harus menyiapkan sejumlah pertanyaan yang bisa mereka ajukan (wawancara).

Karya wisata sebagai alat dan sumber belajar ialah dengan mengunjungi objek sejarah, kawasan industry, lading pertanian, perkebunan, atau pertenakan, pasar mingguan, museum geologi dan sebagainya. Perjalanan ke objek-objek itu menggembirakan peserta didik sebagai rekreasi tetapi juga mengandung pembelajaran IPS.

1 komentar:

  1. New Jersey casinos approved for legal sports betting - DRM
    A New Jersey 동해 출장샵 state committee on 세종특별자치 출장안마 Monday 나주 출장샵 passed the Sports Betting, The 이천 출장마사지 casino's license number is 85528, meaning sports bettors 고양 출장안마 in New Jersey

    BalasHapus